You're here: My Music Blogging » Musik Indonesia » Article: Saatnya Panggung Besar untuk Artis Indonesia di Java Jazz Festival
Meskipun banyak artis top mancanegara yang hadir di Jakarta International Java Jazz Festival 2008 minggu lalu, namun bukan berarti artis Indonesia kehilangan pamor di festival jazz yang semakin terkenal di tingkat dunia itu. Lihatlah kenyataannya.

Dapat jadwal di sore hari, penampilan Syaharani & The Queenfireworks pada hari pertama Java Jazz Festival 2008 membuat ruang Cendrawasih 2 & 3 langsung dipadati ratusan penonton. Sambutan yang meriah dari penonton juga diberikan kepada Parkdrive, Ecoutez, dan Glenn Fredly yang selanjutnya tampil di tempat yang sama. Terlihat ruangan Cendrawasih itu penuh sesak dengan penonton. Mereka bahkan rela antri di depan pintu masuk sebelum diijinkan masuk oleh petugas. Di ruang sebelahnya, Cendrawasih 1, penampilan Andezzz [departure:people] juga ditunggu. Ruangan yang lebih kecil ketimbang Cendrawasih 2 & 3 itu langsung padat dengan penonton.
Pemandangan di ruang Cendrawasih itu agak kontras dengan Hall B yang ukuran ruangannya lebih besar. Meskipun menampilkan nama seperti Katalyst (Australia) dan Jeff Lorber Band, namun jumlah penontonnya tergolong kurang banyak.
Di hari kedua terjadi pemandangan yang serupa. Sejumlah pertunjukan artis Indonesia penuh sesak dengan penonton yang antusias. Sebut saja saat penampilan Cindy Bernadette dan Dewi Sandra di Cendrawasih 2 & 3, Dimi di Cendrawasih 1, dan Pasto di Lobby Stage 1.
Sementara di hari terakhir, meskipun harus ‘bersaing’ dengan artis luar negeri macam Renee Olstead, Jody Watley, Najee, Babyface, dan D’Sound, tidak membuat penampilan artis musik Indonesia sepi peminat. Penonton tetap berduyun-duyun menikmati aksi panggung Trisum (yang sudah tidak bertiga lagi itu), Bhaskara 2008, 5 Wanita, dan Dian Pramana Poetra.
Bahkan demi menyaksikan pertunjukan ‘langka’ dari Dian Pramana Poetra (Dian PP), ratusan penonton rela antri di depan Asembly 3 sebelum pintu masuk dibuka. Meskipun masih harus menunggu lebih dari 1 jam, mereka tetap bertahan memadati Asembly yang tergolong kurang besar itu. Rasanya penempatan seorang Dian PP di ruangan Asembly sangatlah tidak pantas. Seharusnya ia lebih cocok ditampilkan di panggung yang lebih besar. Setidaknya di Hall B, kalau memang Plenary Hall terlalu eksklusif untuk artis lokal.
Bisa dibilang ini sebuah fenomena yang menakjubkan. Ternyata banyak penonton datang ke Java Jazz Festival tidak semata karena faktor artis mancanegara tetapi juga artis lokal. Sudah saatnya artis Indonesia mendapat tempat (baca: panggung) dan porsi yang lebih besar di acara musik jazz internasional seperti itu.
FOTO: BENNY CHANDRA
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.