You're here: My Music Blogging » Musik Indonesia » Article: Segala Cara Jualan Ring Back Tone

Segala Cara Jualan Ring Back Tone

Benny Chandra — August 29, 2008 / 2:55 pm

Sepertinya semakin lama cara menjual ring back tone (RBT) lagu Indonesia semakin menggila. Demi meraup pendapatan dari mereka yang tergoda berlangganan TBT, segala cara dilakukan oleh para pemain yang terlibat dalam industri musik Indonesia dan para operator selular untuk mempromosikan nomor kode nada sambung lagu yang mereka produksi. Dan semakin lama, cara-cara promosi yang dilakukan semakin mengganggu. Lihat saja. Awal yang dilakukan untuk mempromosikan kode RBT adalah lewat brosur, website operator, dan iklan di media cetak. Kemudian mulai berlanjut dengan memasangnya di sampul album bagian belakang, brosurnya diselipkan dalam paket perdana SIM card, lewat spam SMS, saat pemutaran lagu di televisi (baik video klip maupun konser), dan di sela-sela pemutaran lagu di radio.

Mungkin masih tidak puas, promosi pun semakin digencarkan. Belakangan ini porsi pencantuman kode RBT di sampul album milik artis musik Indonesia semakin melebar. Apalagi jumlah operator semakin bertambah. Karena kode RBT pada masing-masing operator tidak sama, membuat pencantuman semua kode butuh ruang yang lebih luas. Kadang tidak puas hanya ditulis di sampul belakang, kode RBT secara lengkap diiklankan lagi di halaman dalam sampul dengan penjelasan yang lebih detil. Bahkan ada yang menyertakannya dalam brosur tersendiri. Memasang iklan di album CD yang dijual dengan harga normal? Tidak etis!

Sementara untuk pemirsa televisi, serangan iklan RBT semakin digencarkan via video klip. Belakangan ini pencantuman kode RBT di video klip yang sedang diputar, porsinya semakin diperluas. Kalau sebelumnya, kode RBT hanya memakan satu dua baris di bagian bawah layar televisi dengan tulisan kecil, sekarang semakin naik ke atas. Porsinya hampir menyita separuh layar dari video klip yang sedang ditayangkan. Yang terasa adalah semakin lama semakin memuakkan.

Mungkin tidak lama lagi, saat di atas panggung terbuka pun, sang artis musik Indonesia tidak lupa menyebutkan kode RBT setiap selesai menyanyikan sebuah lagu. Ugh!

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 16 komentar untuk artikel ini.

  1. sampara

    Iya juga tuh, kadang-kadang juga penipuan yang menjengkelkan

    August 30th, 2008 at 10:45 am

  2. Segala Cara Jualan Ring Back Tone » Benny Chandra dot com

    […] under: Refresh MondaySep 1,2008 Segala Cara Jualan Ring Back Tone: Rasanya semakin lama semakin memuakkan saja cara-cara yang digunakan untuk jualan RBT (ring back […]

    September 1st, 2008 at 4:20 pm

  3. Pribadi

    Sekalian promo NSP 1212 gratis di mobileindonesia [dot] net :)

    http://mobileindonesia.net/2008/08/04/mau-nsp-gratis/

    September 2nd, 2008 at 7:21 am

  4. JalanSutera.com™

    pemasang RBT adalah orang-orang yang suka berderma. mereka memasang fitur itu, membayarnya dengan harga mahal, dan membiarkan orang lain menikmatinya. si pembayar RBT itu sendiri tidak pernah menikmatinya kecuali dia suka menelpon ke nomor teleponnya sendiri.

    September 2nd, 2008 at 8:15 am

  5. Reifand

    @ Jalan Sutera: Betul, kita yang jajan, orang lain yang makan.. Hehehe..

    Saya juga gak tertarik (lagi) menggunakan RBT.. Mending nada yg ada aja…

    September 2nd, 2008 at 8:50 am

  6. Abe

    Ada beberapa alasan kenapa RBT sedemikian gencarnya dijual menurutku ya.

    Pertama karena biaya produksi gak gitu besar, karena tidak perlu cetak kaset atau CD banyak2 untuk mengalirkan fulus ke tangan artis/produser. Cukup buat video klip, lagu enak didenger sudah.

    Kedua, satu lagu bisa dibeli 2 atau 3 kali karena expired selama 30 hari saja. Kalau suka ya beli lagi. Bayangkan lagu Munajat Cinta nya Dewa diunduh sejuta orang, kalau dikalikan Rp. 9.900,- itu berapa coba? Terus kalau dikalikan 2 atau 3 kali lagi karena habis expirednya berapa coba?

    CMIIW Miaw Miaw ya.. ^_^
    Kok jadi panjang ya eniweee..

    September 2nd, 2008 at 9:08 am

  7. erik

    orang indonesia lebih senang membeli image drpd kepuasan.membeli rbt dia akan dianggap modern & gak ketinggalan krn mengikuti tren lagu/maupun teknologi yg ada.drpd membeli album yg didengarkan sendiri(lagian kecenderungannya denger file mp3 dgn bitrate rendah/yg penting bunyi kenceng di hp ato mp3 player yg lbih murah drpd cd album)

    September 4th, 2008 at 9:07 pm

  8. PROJECT POP

    Hanya ingin mengomentari….. RBT digencarkan promosinya, karena kondisi pada saat ini, ada poin utamanya karena PIRACY, Piracy dalam bentuk CD sudah sangat marak, Piracy dalam bentuk Download MP3 di situs2 di Indonesia, Piracy terbentuk karena ada orang2 yang suka, seperti pengen beli murah, dan suka mendownload. Jadi kalau tidak pengen terganggu, yuk kita kikis jiwa pengen beli murah sama budaya download lagu….. It’s Piracy, gak ada alasan, tidak ada pembenaran

    September 8th, 2008 at 4:00 am

  9. sevenco

    jualan RBT? udah gak jaman. sekarang trendnya adalah ngasih lagu gratis. hasilnya, tidak ada pembajakan, popularitas artis juga naik. coldplay melakukan ini, di dalam negeri juga ada the upstairs. trus duitnya dari mana? ya dari ngamen di panggung2. selain itu mereka juga melakukan direct selling sehingga harga bisa lebih murah dan keuntungan bagi artis sendiri lebih maksimal, gak perlu bagi2 ama label.

    September 22nd, 2008 at 2:53 am

  10. Catshade

    Selain cara alternatif meraup untung di tengah lesunya penjualan media fisik akibat pembajakan (seperti yang dibilang Project Pop), menurut saya ‘menyewa’ RBT bisa menjadi bentuk dukungan kita terhadap musisi yang kita sukai dan (tentunya) kita inginkan untuk terus berkreasi dalam bermusik.

    Saya sendiri memasang 2 RBT(!) dari band-band indie dalam negeri yang saya sukai di ponsel. Saya tahu kalau penjualan album mereka tidak setinggi band-band label mayor, padahal dari sisi musikalitas menurut saya band-band indie itu jauh di atas trend musik arus utama. Jadilah saya merasa kalau memasang RBT mereka adalah bentuk dukungan tambahan saya setelah membeli album dan menonton konsernya.

    Kalau bukan kita yang mendukung musisi dalam negeri, siapa lagi? (Jawab: Malaysia :P) Menyewa RBT selama 2-3 bulan juga bisa mengikis rasa bersalah anda kalau telah membajak album band yang sesungguhnya menjadi kesayangan anda. :D

    October 8th, 2008 at 11:10 pm

  11. Catshade

    Btw, rupanya anda sendiri juga sudah menyebutkan kalau RBT bisa digunakan untuk keperluan amal: http://mymusicblogging.com/musikindonesia/2008/06/18/efek-rumah-kaca-luncurkan-single-di-udara/

    Cara yang kreatif untuk menggalang dana, IMHO :)

    October 9th, 2008 at 12:08 am

  12. yogi

    RBT cuma bwt gaya2an aja

    October 10th, 2008 at 10:30 am

  13. Oka Dayendra

    Tren sih tren tapi tetep aja pemborosan walau cm 5,000 ato 7,000 rupiah / bulan. Malah ga asik nelpon ke telp yg ada nsp nya.. Berisik.. kekekekekeke. Tapi saya mau donk bisnis RBT, caranya gmn ya?

    October 10th, 2008 at 10:32 am

  14. muztafan

    Yup..komentar Catshade sangat bijak, saya sendiri mendukungnya…jika kalian semua pecinta salah satu artis dalam negeri ngga ada salahnya download salah satu lagu mereka untuk RBT, PIRACY sudah merajalela, pemasukan para artis pun manjadi jauh berkurang dan lebih parahnya lagi ada diantara artis kita jatuh dan ngga exist lagi di indusri musik Indonesia karena piracy, Nah yuk gw ajak kalian semua pecinta musik Indonesia download RBT mereka semampu kalian suka….ga ada salahnya sama sekali jika itu adalah artis/band/musisi favorit kalian sendiri..thanks

    February 13th, 2009 at 1:45 pm

  15. bayu

    iya dong, itu kan bebas2 aja, kalau tidak mau ya sudah, tp kalau mau juga kenapa enggak??? gak salah kok. saat ini rbt merupakan satu2nya produk yg anti pembajakan, dan merupakan salahsatu alat promosi yg efektif. gitu, yg pro, mari LANJUTKAN yg tdk kok gitu aja susah he..he….

    June 29th, 2009 at 4:20 pm

  16. dhiyas

    RBT saat ini merupakan salah satu cara si artis dan produser atau yang ngemodalin mendapatkan keuntungan atau paling tidak balikin modal produksi dan promosi album atau lagunya karena biaya pembuatan album rekaman apalagi pake video klip bukan biaya yang murah cd ga bisa diandelin lagi show juga dengan banyaknya band baru standar harga udah ga jelas kadang2 untuk band yang baru rekaman dengan alasan promosi banyakan malah gratis, jadi klu ga RBT apalagi dong?

    August 31st, 2009 at 8:45 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • JakJazz 2010 oleh Java Jazz Festival » BennyChandra.com — [...] JakJazz, oleh penyelenggara Java Jazz Festival, di JCC (Jakarta Convention Center). Déjà vu! [...]
  • Babyface @ Java Jazz Festival 2010 » BennyChandra.com — [...] soal pertunjukannya, dibandingkan dengan penampilannya di Java Jazz Festival 2008 silam, tahun ini pertunjukan Babyface tidak terlalu molor. ...
  • » Mimpi Anggun di Surabaya Tidak Jadi Kenyataan ~ Blog Archive ~ Musik Indonesia (Asia Blogging Network) — [...] Keinginan Anggun agar penonton yang datang ke konsernya tidak asyik foto-foto dengan ponsel ternyata hanya cukup jadi mimpi saja. ...
  • SHEMY — i love u all, power slaVES.BANGKITLAH KEMBALI.VANS WONOSOBO.KAPAN KONSER DI WONOSOBO...?
  • arie — ne emang berita keren.secara gue ngefans banget ma HEYDI IBRAHIM.
  • ridwn — hah gua suka maen bola
  • supratman — aq mohon bgt please indonesian idol 2009 kpan di bka lgi aq pgn bgt mncoba jd penyanyi indonesi/jd orang trknl........ mdah2an ...
  • supratman — waduh aq dah gx sabar nich kpan ya indonesian idol di bka lg??????????? aq pgn cpet manggung nich........ please jgn tutup dulu ...
  • vad — wahhhh kerennn ... hemm warna rock yg jadi gimana yahhh ...!!! di tunggu albumnya..... pokoe.. maju terus rock indonesia........!!
  • Bagus mulyana — Bravolah bwt Idol mh,,, Ttp smngat yUkk,,,!!

TRACKBACKS