You're here: My Music Blogging » Musik Indonesia » Article: “Rubah” dan “Fikir” dalam Lagu Indonesia
Sebagai sosok yang punya banyak penggemar, penyanyi solo maupun dalam versi kelompok atau band seharusnya tahu kalau mereka sangatlah mudah memberikan pengaruh. Mulai dari model rambut, gaya berpakaian, sepatu, dan sebagainya. Dan bisa jadi termasuk gaya berbahasanya lewat lagu-lagu yang dinyanyikan.
Lirik lagu Indonesia memang tidak harus menggunakan kata-kata yang kaku namun setidaknya bisa memperhatikan aturan tata bahasa Indonesia yang ada. Misalnya, soal penggunaan kata dasar “rubah” dan “fikir”. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, yang ada hanyalah kata “ubah” dan “pikir”.
Bukannya sok tahu atau sok menggurui namun daripada menggunakan kata-kata seperti “merubah”, “berfikir”, “terfikirkan”, atau bentuk tidak baku lainnya, dengan demikian rasanya lebih baik menggantinya dengan kata “mengubah”, “berpikir”, dan “terpikirkan”. Bukan begitu? Atau tetap ngotot ingin terus merusak tata bahasa Indonesia lewat lagu? :)
Berikut ini beberapa contoh penggunaan beberapa kata yang kurang tepat tadi dalam lirik sejumlah lagu Indonesia. “Merubah”:
“Berfikir”:
“Terfikirkan”:
Ada yang mau menambahkan? :)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Ada 7 komentar untuk artikel ini.
“Rubah” dan “Fikir” dalam Lagu Indonesia » Benny Chandra dot com
[…] under: Bahasa, Musics, Refresh SaturdaySep 20,2008 “Rubah” dan “Fikir” dalam Lagu Indonesia: Tentunya ini bukan soal rubah api, tapi soal penggunaan kata-kata yang tergolong tidak baku dalam […]
September 19th, 2008 at 11:04 pm
Kunderemp An-Narkaulipsiy
Licencia Poetica?
Bukankahnya di lagu-lagu barat pun juga tak baku kata-katanya?
September 20th, 2008 at 2:50 am
joko supriyanto
kalau di lagu apapun itu kata2nya tetep jalan juga kan, dank ngaruh sama eyd atau tidaknya
September 21st, 2008 at 2:39 am
amen
rubah-watch beraksi
September 22nd, 2008 at 6:19 am
ciptoMX
Mas komen ini emang melenceng jauh bgt, saya mo tanya, logo2 band indonesia dapetnya dimana yah??
makasih!
September 24th, 2008 at 12:25 am
Catshade
Kalau soal ‘fikir’ itu, dugaan saya karena penekanan letupan ‘ph’ di awal kata ‘pikir’ itu membuat alur pelafalan lirik agak…. tersentak? tersendat? Entahlah, sulit menjelaskannya dengan kata-kata. Setidaknya itu yang saya rasakan ketika mencoba menyanyikan sebagian lagu-lagu di atas dengan menggunakan ‘pikir’.
Kenapa cuma ‘pikir’ yang dapat perlakuan seperti itu? Saya rasa karena ‘fikir’ masih terdengar wajar dan tidak konyol, beda kalau kita mengucapkan ‘kenafa’, ’siafa’, atau ‘tiaraf’… itu terdengar seperi Wan Abud ^^;
Oya, seingat saya Melayu Malaysia juga menggunakan ‘fikir’ sebagai ejaan resminya.
bukan ahli bahasa, jadi tolong buktikan saya salah
October 8th, 2008 at 10:48 pm
godai vocalis
kata-kata dalam lirik lagu ngak berpengaruh broo…baku or tidak baku yang penting mudah diterima..pendengar…and lagu nya komersil,buat apa loe buat kata-kata yang ejaan nya sempurna tapi ngak laku di pasaran…,kata-kata itu keluar dari hati..bro…bukan dari pantat……..
November 20th, 2008 at 11:12 pm